Perbedaan Blog dan Website

Perbedaan Blog dan Website

Congresoinfanciaenriesgo –¬†Perbedaan pertama bisa dilihat dari segi konten. Biasanya, konten blog berisi artikel, video, atau podcast tentang satu atau beberapa topik yang menarik bagi pemilik blog. Selain itu, konten blog terutama merupakan pengalaman, opini, atau aktivitas pemilik blog, sebagaimana didefinisikan di atas sebagai blogging.

Anda dapat memulai blog dengan konten yang berfokus pada topik, seperti perjalanan, teknologi, otomotif, mode, atau parenting. Blog Perjalanan Wisatawan Trinity adalah contoh blog satu topik.

Anda juga bisa membuat blog dengan konten berbagai topik, yang tentunya sesuai dengan minat Anda juga.

Selama ini, konten website biasanya berisi informasi penting seputar produk atau layanan. Misalnya, Anda dapat membuat situs web perusahaan yang berisi riwayat perusahaan, alamat, produk, dan kontak.

Anda juga dapat menggunakan situs web untuk keperluan organisasi, sekolah, lembaga pendidikan, toko online, atau lembaga pemerintah.

Pembaruan Konten

Dalam hal pembaruan konten, blog dan situs web berbeda. Blog sering memperbarui kontennya, bisa setiap hari, dua hari sekali, atau seminggu sekali. Setiap blog memiliki jadwal untuk memperbarui kontennya sendiri. Sebab, konten blog bersifat dinamis karena selalu diupdate dalam kurun waktu tertentu.

Pembaruan konten penting untuk blog karena konten adalah sumber kehidupan blogging.

Tidak seperti situs web yang sebagian besar kontennya berisi informasi tentang produk atau layanan, pembaruan hanya terjadi jika ada perubahan informasi tentang produk atau layanan yang disediakan.

Oleh karena itu, konten website disebut statis karena tidak selalu memerlukan update. Contohnya seperti situs Jasa Pembuatan Aplikasi Toko Online

Arah Komunikasi

Perbedaan antara blog dan situs web kemudian terletak pada arah komunikasinya.

Makna komunikasi dalam blogging bersifat interaktif karena pembaca blog dapat meninggalkan komentar pada setiap postingan atau konten yang diposting.

Sedangkan arah komunikasi pada website lebih bersifat satu arah karena website umumnya tidak memberikan kolom komentar pada isinya.

Berlangganan

Untuk mencegah pembaca ketinggalan update konten terbaru, blog sering kali menyediakan tombol berlangganan. Pembaca dapat berlangganan atau berlangganan blog untuk menerima notifikasi setiap kali ada konten baru.

Ada juga beberapa situs web yang menawarkan opsi berlangganan. Namun, tidak seperti blog yang mengirimkan pemberitahuan tentang pembaruan konten baru, situs web sering kali mengirim buletin dengan produk atau layanan baru.

Gaya bahasa

Adapun gaya bahasa yang digunakan juga berbeda. Faktanya, gaya bahasa blog bervariasi, tidak ada batasan. Beberapa menggunakan bahasa informal, yang lain menggunakan bahasa formal.

Namun, blog umumnya menggunakan kata ganti kedua seperti “Anda”, “baca” atau “Anda” untuk membuat konten mereka lebih pribadi. Blog menggunakan gaya bahasa yang lebih personal agar pembaca tidak bosan membaca postingan blog.

Sedangkan gaya bahasa yang digunakan oleh website umumnya lebih profesional dan formal karena terutama digunakan untuk keperluan formal seperti instansi pemerintah, institusi pendidikan, organisasi atau bisnis.

Penulisnya

Anda pasti sudah sering mendengar istilah blogger bukan? Nah, blogger adalah sebutan untuk blogger atau blogger. Blogger umumnya menjalankan blognya secara mandiri. Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan beberapa contoh blog sukses seperti Blog Trinity Traveler, Diana Rikasari, dan Sugeng.id.

Ada blog dari berbagai penulis.

Tidak seperti blogging, situs web biasanya dikelola oleh tim ahli atau perusahaan yang terdiri dari desainer, pengembang, dan penulis.

Berbagi Konten

Perbedaan antara blog terakhir dan situs web terletak pada berbagi konten. Berbagi konten di blog umumnya berdasarkan tag dan kategori.

Sedangkan sharing konten di website biasanya berdasarkan produk atau layanan yang ditawarkan.

Setelah memahami perbedaan antara blog dan website, kami berharap Anda dapat menentukan platform mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika tujuan Anda adalah untuk berbagi pengalaman, opini atau cerita, blog adalah platform untuk Anda.

Cara Uninstall Aplikasi di PC atau Laptop Windows

Cara Uninstall Aplikasi di PC atau Laptop Windows

Congresoinfanciaenriesgo –¬†Tidak jarang kita ingin membuang aplikasi laptop atau PC yang tidak perlu karena cukup berat pada ruang penyimpanan internal. Umumnya, jika harddisk laptop hampir penuh, kinerja laptop dapat menurun yang dapat mengganggu produktivitas.

Dengan menghapus semua aplikasi yang tidak perlu atau hanya sedikit digunakan, Anda memiliki kesempatan untuk meningkatkan kinerja laptop. Selain aplikasi atau program, Anda juga dapat membuang file yang tidak perlu yang telah menumpuk. Alhasil, ruang penyimpanan laptop bisa dikosongkan kembali.

Anda setidaknya dapat menggunakan dua hingga tiga metode berbeda jika Anda ingin menyingkirkan aplikasi yang tidak perlu di laptop atau PC Windows Anda. Berikut Mabtekno.com share cara mudah untuk melakukannya di versi Windows masing-masing.

1. Windows 10

Ada tiga metode yang dapat Anda gunakan untuk menghapus aplikasi di Windows 10. Metode pertama di bawah ini adalah yang tercepat dan termudah.

Metode 1: Melalui menu Mulai

  1. Pilih menu Start di kiri bawah layar.
  2. Temukan program atau aplikasi Windows Store yang ingin Anda copot pemasangannya dengan menggulir daftar aplikasi yang tersedia.
  3. Jika demikian, arahkan kursor ke ikon aplikasi, klik kanan, dan pilih Copot pemasangan.
  4. Tunggu beberapa saat hingga sistem berhasil menghapus aplikasi.

Metode 2: melalui pengaturan

  1. Arahkan kursor ke menu Start dan klik kanan.
  2. Pilih opsi Aplikasi dan Fitur.
  3. Di tab baru yang muncul (lihat gambar di atas), Anda dapat melihat daftar program dan aplikasi yang diinstal.
  4. Klik kanan pada aplikasi yang ingin Anda hapus dan pilih Uninstall.

Metode 3: melalui panel kontrol

  1. Ketik Program dan Fitur di kotak pencarian di kiri bawah layar dan pilih kapan hasilnya muncul.
  2. Tab baru yang terbuka akan menampilkan daftar program di laptop Anda.
  3. Pilih program yang ingin Anda hapus, klik kanan dan pilih Uninstall.

2. Windows 8 dan 8.1

Anda juga dapat menerapkan tiga metode penghapusan aplikasi Windows 10 di atas pada Windows 8 dan 8.1. Namun, ada sedikit perbedaan untuk tiap metode.

Metode 1: Melalui menu Mulai

  1. Tekan tombol Windows atau pilih menu Start di kiri bawah layar.
  2. Setelah masuk ke menu Start, cari tile atau thumbnail dari aplikasi atau program Windows Store yang ingin Anda hapus.
  3. Arahkan kursor ke ubin, klik kanan dan pilih Copot pemasangan.
  4. Jika aplikasi yang Anda cari tidak ada di menu Start, klik menu drop-down di kiri bawah layar untuk mengakses daftar lengkap aplikasi dan program yang diinstal.
  5. Anda dapat menggerakkan mouse ke kiri dan kanan untuk mencari aplikasi yang ingin Anda hapus.
  6. Jika demikian, arahkan kursor ke ikon aplikasi dan pilih Copot pemasangan.

Metode 2: melalui pengaturan PC

  1. Pilih menu Start dan klik opsi PC Settings di menu utama atau di daftar aplikasi.
  2. Setelah jendela pengaturan PC terbuka, klik Pencarian dan aplikasi, lalu pada Ukuran aplikasi.
  3. Ketika sistem selesai memuat, daftar aplikasi Windows Store yang telah Anda instal akan muncul.
  4. Cukup pilih aplikasi yang ingin Anda hapus dan klik Uninstall.

Metode 3: melalui panel kontrol

  1. Klik kanan pada menu Start.
  2. Pilih opsi Program dan Fitur di bagian atas.
  3. Setelah dibuka, cari program yang ingin Anda hapus, klik kanan dan pilih Uninstall / Change.

3. Windows 7

Di Windows 7, Anda dapat menghapus aplikasi melalui menu Control Panel (sama seperti Windows 8, 8.1 dan 10). Berikut langkah-langkahnya.

  1. Pilih tombol Start.
  2. Pilih Panel Kontrol.
  3. Pilih programnya.
  4. Di bawah Program dan Fitur, gulir untuk menemukan program yang ingin Anda hapus.
  5. Pilih program dan pilih Uninstall.